Kamis, 11 April 2019

Akhirnya bisa pulang kampung juga ...

Allah adalah sebaik-baiknya perencana. Ketika kita merencanakan sesuatu, Allah jualah yang menentukannya. Begitu juga dengan keluarga kita. Sudah sangat lama ayah dan bunda berencana ingin sekali berkunjung ke kampung halaman embah di kutoarjo, Sebuah rencana yang sudah kita susun sesaat setelah ayah dan bunda menikah. 
Desa Tanjungrejo, yang masuk kedalam wilayah kecamatan Kutoarjo kabupaten Purworejo Jawa tengah dimana embah kakung Suprapto dan orang tua embah putri Sri Suyantin berasal. Keluarga besar embah kakung adalah orang Kutoarjo asli. Ayahnya embah kakung adalah pensiunan anggota TNI yang meninggal persis 10 tahun setelah Embah kakung Suprapto meninggal. Mbah Moein, begitu orang memanggilnya. Sosok pensiunan tentara yang mengisi masa pensiunnya dengan cara bertani. 
Ketika Embah kakung Suprapto mulai sakit, beliau sebagai orang tua yang sangat mencintai anaknya memutuskan untuk menjemput embah pulang ke Kutoarjo untuk mendapatkan perawatan dirumah sakit militer dimana beliau tinggal dan berdinas semasa masih aktif menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia. Sayangnya Allah lebih sayang kepada beliau. Diusianya yang masih relatif muda, beliau dipanggil sama Allah dengan meninggalkan 2 orang anaknya, bunda Henny dan Anti Indri.  Ada kisah sedih dimana saat beliau meninggal, embah Sri Suyantin Justru tidak bisa melihat saat-saat terakhir suaminya karena kabar duka tersebuh tidak sampai kepadanya hingga dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Krapyak Desa Tanjungrejo lokasi
Dan ayah harap, apapun alasannya, semoga bisa menjadi ladang amal buat embah atas keikhlasannya melepas kepergian sang suami tercinta menghadap panggilanNya. 
https://goo.gl/maps/Jy2zeoU54LoQCKug8
Mungkin bagi sebagian besar orang, bersilahturahim dengan sanak saudara merupakan hal wajib yang harus dilakukan saat lebaran tiba. begitu juga dengan ayah dan bunda. tapi lebaran kali ini mungkin akan menjadi beda. Ya, setelah hampir 8 tahun kami menikah, akhirnya Ayah dan bunda bisa menggunjungi makan embah kakung ananda, bapak Suprapto yang telah meninggal saat bunda berumur sekitar 6 tahun. Saat dimana seorang anak sedang butuh kasih sayang yang teramat besar akan ayahnya.Takdir memang sudah ditentukan jauh sebelum kita lahir, begitu juga dengan bunda. 
 
Syukur Alhamdullilah embah punya rejeki dan akhirnya kita semua bisa berangkat nyekar kesana pada tanggal 6 - 9 April 2019.  Naik kereta sawunggalih dari stasiun senen pukul 08.00 pagi. Anti berangkat dari rumah langsung ke stasiun dan kita bertemu disana. Untuk pertama kalinya ayah dan ananda Hanin naik kereta ke jawa dan kali beberapa bunda karena katanya dulu bunda pernah kesana selepas embah Prapto meninggal dan sempet pula tinggal beberapa saat disana.


Kita tinggal dirumah Mbah ning, adik mbah Prapto yang kebetulan paling dekat dengan makam. Dahulu suaminya yang seorang polisi yang bertugas di jakarta minta mutasi ke daerah besole karena ingin berbakti kepada orang tuanya yang sudah sepuh. dan kebetulan mertua dari mbah yul itu berdekatan dengan makam dan rumah besar dari mbah muin. hanya beberapa menit saja mengendari mobil. Rumahnya enak dan adem, jalannya masuk mobil tapi bukan jalan utama jadi nga bising. dibelakannya ada mushola yang dibangun di tanah keluarga pak Polisi menambah kesejukannya. Lokasi 
Disana kita juga ketemu dengan saudara embah yang lain yang kebetulan juga sedang ke purwerojo seperti mba yul yang suaminya dinas di Irian yang kebetulan lagi tugas belajar di Jogjakarta sehingga bisa mampir ke Purwerejo sekalian reunian sama teman sma nya. Dan Mbah Kanta, kakk tertua Mbah Prapto yang memang rutin nyekar ke purworejo sekalian liatin rumah besar uyut.
Hari kedua, Ahad, 7 April kita menyewa mobil untuk ziarah ke makam dan mengunjungi rumah peninggalan Uyut muin mulai dari pagi sampai siang. Selepas ashar kita keliling kota Purworejo dan mampir berbelanja di mall laris kutoarjo sebentar sampai magrib. Seninnya istirahat guna persiapan pulang selasa pagi. Kita sampai kembali di Jakarta Sekitar jam 2 siang sudah sampai stasiun senin. Alhamdullilah perjalanannya menyenangkan dan syarat kenangan.Oiya anti Indri turun di stasiun Bekasi karena lebih deket pulannya jadi kita pisahan deh di Bekasi.




Jumat, 15 Maret 2019

Sahabat itu.....

Ada yang bilang bahwa persahabatan itu terjalin akibat adanya saling ketergantungan dan saling membutuhkan. Kalau boleh dibilang, satu tingkat diatas pertemanan mungkin ya. Mungkin banyak dari kita yang bisa berteman dengan siapa saja, tetapi tidak semua teman kita bisa menjadi seorang sahabat. karena sahabat itu....
Siapa sih yang tidak pernah punya teman. Manusia adalah mahluk sosial, sehingga manusia itu tidak bisa hidup tampa bersosialisasi. Secara mutlak kita tidak bisa hidup tampa bantuan orang lain. Mulai dari lahir sampai meninggal kita membutuhkan orang lain. Memang sih ada beberapa film yang mengangkat tema mengenai kehidupan seseorang dengan kesendiriannya. 

Cast away yang menceritakan seorang petugas ekspedisi yang mengalami kecelakaan pesawat dan kemudian terdampar di sebuah pulau saat ditugaskan meninjau salah satu cabang. Entah karena apa, pesawat tersebut mengalami kecelakaan dan terdampar di sebuah pulau asing. Meski film cast away terlihat sederhana tapi anda akan belajar lebih banyak tentang pantang menyerah. 


Film "Nim’s Island" yang menceritakan mengenai Nim (Abigail Breslin) yang harus kehilangan ibunya saat seekor ikan paus menyeret ibu Nim ke dasar laut. Ibu Nim adalah seorang ahli biologi laut yang sedang menyelidiki kehidupan ikan paus. Jack (Gerard Butler), ayah Nim, yang merasa kehilangan kemudian mengajak Nim untuk berlayar mengelilingi dunia untuk mencari ibu Nim. Sayangnya mereka berdua malah terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni.

Kembali mengenai persahabatan. banyak sekali film, sinetron maupun novel yang juga menceritakan mengenai sebuah persahabatan. Bahkan tidak sedikit film yang menceritakan mengenai persahabatan antara manusia dengan binatang atau manusia dengan mahluk lainnya seperti alien atau hantu sekalipun. dari sana saja kita sesungguhnya sudah bisa menarik kesimpulan bahwasanya manusia itu sesungguhnya adalah mahluk sosial. 


Siapakah Sahabat?
Jika ada dua orang bersahabat karib, apakah yang terjadi di antara mereka? Apa yang menjadi ciri sebuah persahabatan, yang membedakan dengan hubungan antarmanusia pada umumnya? Perhatikan ciri-ciri sahabat berikut ini.
1.Sahabat itu saling berbagi
Disebut sahabat, karena mereka saling berbagi rasa dalam suka dan duka. Mereka saling membantu dan saling meringankan beban, karena kuatnya ikatan perasaan yang ada pada diri mereka. Saat memiliki keluangan rejeki, ingin berbagi. Saat sedang kekurangan, sahabat adalah tempat yang tepat untuk berkeluh kesah. Saat pergi rekreasi, ingin membelikan hadiah untuk sahabat. Saat sedang haji, ingat mendoakan sahabat.
Demikian pula suami istri. Semestinya mereka saling berbagi dalam suka dan duka, dalam canda dan airmata, dalam derita dan bahagia. Suami dan istri harus saling bisa berbagi dalam segala sisi, baik perasaan, materi, fasilitas, dan lain sebagainya. Suami dan istri itu tidak pelit, tidak rumit dalam berbagi, dan memudahkan semua urusan. Sampai pun dalam hal yang teknis dan praktis, bisa makan sepiring berdua, minum segelas bersama, tidur satu selimut, menggunakan sabun dan pasta gigi yang sama, dan lain sebagainya.
Jika suami istri tidak mau peduli dan saling berbagi, berarti mereka belum saling menjadi sahabat. Mereka masih mementingkan diri sendiri, masih sangat kuat keakuan dan kekamuan, belum menyatu menjadi kita.

2.Sahabat itu saling curhat
Jika ada seseorang sedang memiliki masalah, ia paling mudah curhat kepada sahabatnya. Sahabat adalah seseorang yang kita rela menceritakan semua masalah hidup kita. Sahabat adalah seseorang yang kita rela membuka semua aib kita hanya kepadanya. Berbagai macam hal tentang kesedihan dan kebahagiaan bisa disampaikan kepada sahabat dengan leluasa. Tanpa ada perasaan tidak nyaman atau sungkan, karena kuatnya ikatan diantara mereka.
Demikian pula suami istri. Semestinya mereka saling curhat, saling membuka diri, saling menyampaikan kegelisahan dan kebahagiaan, saling merenda harapan. Berbagai masalah, berbagai kesulitan, berbagai kesenangan, bisa diobrolkan dengan santai. Semua bisa diselesaikan dengan nyaman dan menyenangkan. Suami dan istri harus memiliki tradisi mengobrol dan saling bercerita, tanpa ada perasaan takut atau beban berat. Suami dan istri harus leluasa menyampaikan keluhan, perasaan, pikiran, keinginan, harapan, tanpa merasa takut atau khawatir yang berlebihan.
Jika suami dan istri tidak bisa saling curhat, atau ada suasana tidak nyaman saat curhat, menandakan mereka belum mencapai kondisi sahabat. Ketika ada masalah bukan curhat kepada pasangan, justru curhat kepada sahabat yang ada di luar rumah. Justru curhat melalui chatting dengan orang lain. Harusnya sahabat sejati yang harus dicurhati pertama kali adalah suami atau istri, bukan orang lain.
Hal ini tentu saja harus berlaku timbal balik dan berlaku secara proposional. tidak ada yang saling mendominasi. tidak selamanya seorang suami rela untuk selalu menjadi tong sampah curhatan istrinya sementara sang istri tidak bisa berlaku sebaliknya. Karena pada dasarnya, dalam berbagai penelitian; tingkat kepandaian wanita dalam bertutur kata jauh melebihi kaum lelaki. 

3.Sahabat itu senang dan betah menemani
Dua orang atau lebih yang bersahabat, mereka saling senang untuk menemani kegiatan yang lain. Kadang hanya sekedar menemani makan siang atau makan malam, kadang hanya menemani jalan-jalan, atau menemani belanja, atau menemani olah raga. Jika tidak menjadi sahabat, menemani adalah aktivitas yang tidak menyenangkan dan membosankan. Namun karena saling bersahabat, maka menemani adalah kegiatan yang membahagiakan untuk semua.
Demikian pula suami istri. Semestinya mereka bisa saling menemani. Suami senang menemani kegiatan istri, sebagaimana istri senang menemani kegiatan suami. Walaupun kegiatan itu tampak tidak penting, atau kegiatan rutin, namun mereka saling menikmati. Suami tidak tersinggung saat diminta mengantar istri belanja, karena merasa diperlakukan seperti sopir atau suruhan. Justru suami merasa senang menemani istri mengerjakan kegiatannya. Jika lebih senang sendiri-sendiri, mereka bukanlah sahabat.
Bahkan ketika sekedar duduk-duduk saja di teras belakang rumah, tanpa kata-kata, tanpa ada cerita. Kebersamaan mereka bukan hanya karena ada yang perlu diomongkan atau dicurhatkan. Kebersamaan mereka ada dalam segala suasana, sehat maupun sakit, suka maupun duka, dalam gerak maupun diam. Karena ada masa dimana suami istri sudah kehabisan cerita, kehabisan kata-kata, yaitu saat tua renta. Mereka tidak perlu lagi bercerita seperti anak muda, namun tetap bisa meikmati kebersamaan walau dalam diam.
Jika suami dan istri tidak betah menemani, bahkan lebih senang jika sendiri, artinya belum menjadi sahabat bagi pasangan. Apalagi jika merasa tersiksa saat bersama pasangan, ini sangat jauh dari makna sahabat.

4.Sahabat itu tidak banyak bertanya
Sahabat itu tidak banyak bertanya. Jika ada dua orang yang bersahabat karib, mereka akan sangat mudah untuk saling mengerti kesenangan ataupun ketidaksenangan tanpa banyak tanya. Jika salah satu dari mereka mengajak pergi, maka sahabat tidak perlu banyak bertanya. Tidak perlu ribut mendefinisikan tujuan pergi, karena sudah saling mengerti tempat favorit, menu favorit, lagu favorit, dan lain sebagainya.
Suami dan istri semestinya tidak perlu banyak bertanya. Jika mereka berdua sudah menjadi sahabat setia satu dengan yang lain, maka setiap ajakan suami akan mudah direspon istri dan setiap ajakan istri akan mudah direspon suami tanpa banyak bertanya lagi. “Ayuk kita pergi jalan-jalan yuk”, ajak sang istri. Dengan cepat sanag suami menyahut, “Ayuk....” tanpa harus banyak bertanya atau meributkan soal kemana atau untuk apa. Hal itu karena mereka sudah saling mengerti akan pergi kemana, atau jalan-jalan kemana, atau bahkan tidak kemana-manam karena hanya ingin menikmati suasana.
Jika suami dan istri masih sangat banyak yang dipertanyakan, segala sesuatu harus melalui keributan, semua keputusan diambil dengan suasana yang sangat alot dan menegangkan, menandakan mereka belum saling menjadi sahabat satu dengan yang lain. Sekedar memutuskan kegiatan saat libur akhir pekan, harus melalui perdebatan panjang, harus melalui pertengkaran yang melelahkan, ini menandakan belum menemukan format persahabatan yang pas. Disinilah peran utama seorang wanita. Dia harus bisa menurunkan egonya dan membiarkan suami mengambil alih keputusan dan menerimanya dengan lapang dada ketika keputusan tersebut ternyata tidak sesuai dengan harapan. Tanggalkan status dan gelar anda, buang jauh ego dan pemahaman dan jiwa kemandirian anda. Karena sesungguhnya, Imam yang anda pilih sudah mengambil keputusan, anda sebagai makmum hanya tinggal mengikuti saja benar atau tidak, suka atau tidak, enak atau tidak, hargai keputusannya dan jalani dengan ikhlas.

5.Sahabat itu saling percaya
Sahabat itu saling percaya satu dengan yang lain. Mereka memberikan kepercayaan yang sangat tinggi seakan tanpa garansi. Saat seseoramg melakukan suatu tindakan, sebagai sahabat akan lebih cepat percaya bahwa tindakan itu tidak membahayakannya. Semua cerita dan omongan akan mudah dipercaya. Semua barang terasa aman jika dititip kepada sahabat dibanding dititip kepada yang lainnya. Semua janji akan dipercaya kebenarannya, bahkan ketika janji itu tidak ditepati akan mudah untuk dimaklumi.
Suami istri semestinya menjadi sahabat yang saling percaya satu dengan lainnya. Mereka tidak mudah cemburu buta, karena percaya informasi dari pihak ketiga. Mereka lebih percaya kepada pasangannya daripada omongan orang lain. Mereka lebih percaya kepada pasangannya daripada isu yang berdar di sosial media. Suami akan mudah mempercayai istri dalam urusan keuangan dan manajemen rumah tangga. Istri akan mudah mempercayai suami dalam urusan keuangan dan pekejaan. Saat merasa ada yang perlu diklarifikasi, mereka akan cepat percaya kepada keterangan pasangannya.
Jika suami istri tidak bisa saling percaya, bawaannya hanya curiga, lebih percaya orang lain daripada pasangannya, menandakan mereka belum menjadi sahabat setia. Suami selalu mencurigai istri, dan istri selalu mencemburui suami. Ada ustri yang menyewa detektif untuk mengutit kegiatan suami. Ada suami yang memasang kamera tersembunyi dan alat perekam untuk mengetahui kegiatan istri. Mereka tidak bisa saling percaya, sehingga selalu curiga dan mudah timbul prasangka.

6.Sahabat itu betah ngobrol berlama-lama
Salah satu ciri sahabat adalah betah mengobrol berlama-lama, untuk tema dan urusan apa saja. Mereka bisa menghabiskan waktu yang panjang hanya untuk mengobrol. Pada saat-saat senggang mereka menyempatkan waktu untuk bertemu dan mengobrol. Bahkan jika tidak sempat bertemu mereka bisa berbicara lewat telepon berlma-lama. Ada rasa rindu apabila lama tidak mendengar suaranya, ada rasa kangen untuk mendengar suara tertawanya, atau candanya yang kadang kelewatan. Tapi justru itu menyenangkan dan membentuk kenangan.
Suami dan istri seharusnya menjadi sahabat yang betah mengobrol berlama-lama, tanpa peduli tema. Mereka tidak lagi meributkan akan berbicara tentang tema apa, karena tema yang paling penting adalah : mengobrol berdua. Suami dan istri merasakan keasyikan untuk selalu menghabiskan waktu berbicara, mengobrol, bercerita, bercanda, bersendau gurau dalam suasana yang ceria. Ada kerinduan mendengar suara tawanya, ingin selalu menghabiskan waktu berdua dalam obrolan mesra. Itulah persahabatan hakiki antara suami dan istri.
Jika suami istri masih ribut soal tema pembicaraan, jika mereka belum bisa betah mengobrol berlama-lama, jika mereka saling menyimpan perasaan saat berdua, menandakan belum menjadi sahabat setia. Mungkin saja sang istri yang banyak bicara dan cerita, sementara suaminya diam saja. Namun diamnya sang suami ini menkmati, bukan diam dalam kebencian. Walau hanya diam, namun sang suami betah mendengar obrolan istri. Sesekali waktu ia menyela, bertanya, atau hanya senyum senyum saja dan tertawa.

7.Sahabat itu saling mengerti
Bukanlah sahabat jika tidak saling mengerti dan memahami. Ciri persahabatan adalah adanya pengenalan yang mendalam antara satu dengan yang lainnya. Mereka bahkan memiliki uniform, memiliki istilah-istilah khas yang tidak dimengerti oleh orang yang berada di luar lingkaran persahabatan. Sebuah kalimat yang tidak dipahami orang lain, mudah dipahami oleh sahabat. Komunikasi yang bagi orang lain tidak bisa dimengerti, akan mudah dipahami oleh sahabat. Itu karena kedalaman pengenalan di antara mereka.
Suami istri adalah pasangan yang seharusnya paling mengerti, paling memahami satu dengan yang lain. Maka tangis, makna tawa, makna anggukan kepala, makna tatapan mata, maka lambaian tangan, makna kerdipan, makna senyum, makna gerakan jari, bahkan rona wajah pasangan. Suami dan istri saling mengerti apa yang menyenangkan pasangan dan apa yang membuatnya benci. Apa yang menenteramkan pasangan dan apa yang menggelisahkannya.  Suami dan istri saling mengerti tentang hal yang membuat marah dan murka pasangan.
Jika suami dan istri sulit mengerti keinginan pasangan, sulit memahami bahasa pasangan, artinya mereka belum saling menjadi sahabat. Suami dan istri mestinya berada dalam pengertian dan pemahaman yang sangat mendalam, karena interaksi yang sangat intim setiap harinya. Jika suami dan istri tidak saling mengerti, selalu salah komunikasi, mudah tersinggung oleh kalimat pasangan, ini menandakan belum adanya persahabatan di antara mereka berdua.

8.Sahabat itu ada ketika anda memerlukannya
Sahabat itu menjadi istimewa, karena selalu ada saat kita memerlukannya. Ia hadir untuk menghibur di saat kita sedih, hadir untuk memotivasi saat kita terpuruk, hadir untuk membimbing saat kita terjatuh. Sahabat merelakan waktu, tenaga, pikiran dan harta untuk membantu keperluan kita. Ini yang membuat persahabatan tidak mudah rusak dan hilang, bisa menjadi sahabat sehidup semati, karena sifatnya yang sangat peduli.
Demikianlah suami dan istri, semestinya mereka saling peduli dengan kondisi pasangannya. Saat istri memerlukan kehadiran suami, maka suami selalu ada di dekatnya. Saat suami memerlukan kehadiran istri, maka istri selalu ada di sampngnya. Dengan demikian, suami benar-benar merasakan kehadiran istri, dan istri benar-benar merasakan kehadiran suami. Mereka berdua saling menikmati kebersamaan yang melegakan dan membahagiakan. Ada perasaan terjaga, terlindungi, terawat dan terpuaskan kebutuhannya

Senin, 25 Februari 2019

Dbd kali kedua

Jumat, 23 februari 2019 sore, kami mengantar ananda ke hermina setelah paginya kami ke klinik persada sari setelah 2 hari panas badan ananda hanin belum juga turun. Awalnya ayah mengira karena pengaruh dari batuk pileknya. Tapi bunda punya pendapat lain.
Perasaan seorang ibu mengatakan berbeda, "Ini bukan karena batuknya, tapi ada sesuatu yg mencurigakan, apa nga sebaiknya kita periksa ke hermina yah? katanya sesaat setelah ayah pulang malam akibat ada acara istiqosah di monas yg membuat rute pulang ayah banyak ditutup sehingga ayah kejebak macet yg parah di daerah harmoni. Usut punya usut, malam ini merupakan malam 212 yang mana 2 tahun yang lalu diadakan aksi bela Islam yang cukup heboh di negara kita ini. Tunggu sampe besok pagi, kalau masih panas kita bawa ke dokter kata ayah dengan lelah....

Jumat pagi, 22 Februari kita ke klinik persada sari dan menemukan banyak pasien baik anak maupun orang dewasa yang juga sama-sama sedang menunggu giliran untuk diperiksa oleh dokter. padahal kami datang pagi saat itu, dengan asumsi menghindari antrian..... wah, ternyata memang lagi musim sakit ya. mungkin karena faktor pergantian cuaca yang membuat banyak orang yang memiliki daya tahan tubuh sedang kurang vit menjadi sakit termaksud ananda hanin.  
Siang itu kami berdua tidak masuk kerja. Ayah memang berniat untuk istirahat karena merasa beberapa hari ini kurang tidur ditambah guyuran hujan saat berangkat dan pulang kerja yang dialami 2 hari kebelakang ini membuat badan seakan-akan menuntun untuk istirahat yang lebih. Seharian itu kita semua tertidur dengan nyenyak. 
Tapi perasaan bunda belum juga tenang. sore harinya bunda tetap ingin ke hermina untuk cek darah sebagaimana saran dari dokter persada sari pagi tadi. al hasil, tampa banyak pikir, sore itu selepas sholat ashar kita barangkat ke Hermina Daan mogot untuk periksa darah dan kebetulan hari itu jadwalnya dokter ZAZA F. SATRIO. 
Selepas magrib hasil darah keluar dengan kondisi trombosit 98ribu dari normalnya sekitar  184 - 488 ribu. kemudian suster menelop dokter Zaza mengabarkan mengenai hasil lab yang menyarankan ananda untuk dirawat karena terindikasi DB. 
mengurus adminitrasi dan menunggu ketersediaan kamar membuat kita baru masuk kamar sekitar jam 11 malam. Sementara ayah belum juga pulang untuk mengambil baju buat ganti sekaligus perlengkapan mandi karena sudah lelah menunggu ditambah kondisi badan yang masih belum 100 % vit membuat ayah urung pulang dan lebih menunggu besok pagi saja. 





Senin, 21 Januari 2019

Tes masuk sekolah

Hari itu, rabu 16 Januari 2019 adalah hari yang aku nanti karena karena aku diajak bunda ke sekolahannya untuk mengikuti tes penerimaan murid baru disana. Horeee, senangnya hati ini karena aku bisa ikut bunda kerja. Kata bunda, aku mau disekolahin di sekolah tempat bunda mengajar sehingga aku bisa setiap hari ikut sama bunda. makanya hari rabu itu, aku diminta datang kesekolah buat mengikuti serangkaian tes penerimaan siswa baru. Sejak hari senin aku sudah memberitahukan bu guru bahwa hari rabu nanti aku ijin untuk tidak masuk sekolah karena hal tersebut. 
"Emang kaka sudah kasih tau bu guru ya kalau hari rabu nga masuk sekolah?" tanya bunda kepadaku. "Iya bunda, aku sudah memberitahu bu guru sejak hari senin kalau aku mau diajak bunda ke sekolahan"

Selasa malam aku diminta sama ayah dan bunda untuk tidur cepat agar besok tidak kesiangan kata mereka. walaupun aku masih ingin bermain-main karena belum mengantuk terpaksa aku menuruti permintaan mereka karena aku juga tidak ingin terlambat berangkat ke sekolah bunda. ah, aku sudah tidak sabar, kata bunda nanti disana aku akan dapat hadiah dan mainan. jadi tidak sabar menunggu besok. 

Senin, 24 Desember 2018

Kami antar bunda hari ini

Jakarta, 24 Desember 2015 dalam rangka 50 tahun tempat kerja ayah - Ambadar disyukuri dengan memberangkatkan seluruh karyawannya beribadah umroh ketanah suci. 
Dan dalam rangkaian ibadah tersebut, terbesit keinginan Ayah untuk kembali ketempat ini melakukan ibadah bersama-sama dengan bunda dan ananda Hanin. ternyata Allah berkehendak lain. Hari ini, 24 Desember 2018 persis 3 tahun yang lalu ayah berangkat umroh, kita hanya bisa menghantarkan bunda sampai ke Lounge umrah bandara soekarno hatta  saja dan melepas bunda pergi sendiri kesana. 

Walau cuma sendiri, setidaknya Allah sudah menjawab doa ayah. Pesan ayah buat bunda semalam, tolong jika telah sampai disana, doakan kita bisa kembali kesana bersama-sama dengan embah yang sehat dan ananda Hanin beserta adikmu kelak dengan tangan ini yang menuntun kalian bertawaf dan sai.
Semoga Allah melindungi syafar bunda saat ini dan kembali pulang beserta amalan ibadah yang Allah terima.
Aamiin Yaa Mujibas Saailiin ("Kabulkanlah doa kami, wahai Dzat (Allah SWT) Yang Maha Mengabulkan)

Siang itu selepas ita mengantar bunda, diiringi dengan tangisan ananda kita pun pergi kerumah bude yuni untuk bertemu dengan Enin dan kaka Rani. Insya Allah selama bunda pergi, kita akan menginap disana karena 2 hari sebelum bunda pergi, Allah mentakdirkan embah untuk ikut sama Anti Indri ke rumahya. Setelah pilihan untuk membiarkan Anti Indri tidur dikamar kita dan menyuruh ayah untuk tinggal di depok atau tidur di ruang tamu ayah tolak mentah-mentah. Ya Allah, sebegitu kecilkah nilai ayah dimata mereka. sampai-sampai pilihan itu kembali dilontarkan oleh embah lili sehari sebelum bunda berangkat dengan alasan demi kebaikan bersama. Jika hanya mengurus ananda, ayah rasa ayah masih sanggup bahkan tanpa unti indri sekalipun. jangankan mengurus ananda, mengurus 2 anaknya saja harus dibantu dengan embah. sementara ayah saja nga tega ngeliat embah tidur di ruang tamu sementara anti tidur dikamar embah dengan anaknya. Dan jika anaknya nangis, terpaksalah embah yang repot mengasuh sampai tenang sementara ibunya kembali tidur. Ya Allah, satu hal pesan ayah buat kamu nak, kelak jika INsya Allah engkau telah menjadi seorang ibu, rawatlah anakmu dengan penuh cinta kasih. jangan seperti kami yang menyerahkan sebagaian pengasuhan ananda kepada pengasuh dan embah karena kami berdua memilih bekerja.

Sabtu, 17 November 2018

Enam tahun sudah usiaku

16 nov 2018, dihari yg sama juga 6 tahun yang lalu aku lahir kedunia. Ya, hari jumat selepas orang pada sholat jumat aku lahir. Kata ayahku aku dilahirkan di rumah sakit setelah semalaman bunda menahan mules ingin melahirkan aku. 

Hari ini pengulangannya ke enam dari cerita kelahiranku. dan untuk pertama kalinya tidak ada perayaan sama sekali. Cuma sekedar beli es cream sebagaimana biasanya kita juga beli es cream ketika kepengen. Mudah-mudahan untuk seterusnya akan seperti ini. 
Nyukur itu tidak harus slalu dalam bentuk yang kasat. Kadang dengan berpuasa atau sekedar berdialoq secara pribadi di sepertiga malam dengan sang maha pencipta itu sudah lebih dari cukup.

Rabu, 14 November 2018

Ayah masuk rumah sakit

Ketika kita berencana, Tuhan jualah yang menentukan. Itulah sebuah takdir, mau tidak mau, siap tidak siap kita harus menerima karena kita sesungguhnya hanyalah seorang hamba yang tidak terlepas daripada rencanaNya.
Sabtu, 4 November 2018 kantor ayah berencana mengadakan syukuran berdirinya kantor yang ke 53 tahun yang direncanakan akan diselenggarakan di kebun raya bogor. 3 buah baju sudah ayah terima untuk kita pakai diacara tersebut. Amplop berisi kupon makan, snack, doorprice bahkan tiket masuk dan parkir juga sudah ada ditangan ayah hari kamis tanggal 1 nov 2018. Tapi sekali lagi rencana tinggal rencana. Hari Jumatnya, ketika ayah dan bunda ingin berangkat kerja, ayah memutuskan untuk mampir sejenak ke RS Hermina untuk mengecek kondisi kesehatan ayah yang akhir-akhir ini kurang fit. Sepertinya gejala anemia ayah kambuh lagi sehingga ayah memutuskan untuk memeriksa kesehatan ayah disana. Secara kebetulan juga, Anti Indri sekeluarga tengah berkunjung ke rumah sehingga ananda Hanin ada Aska sebagai teman bermain pikir ayah sama bunda waktu itu jikalau saja kami tengah disibukkan dengan urusan kesehatan ayah. 
Jam 7 kami berangkat ke rumah sakit, tentu saja setelah terlebih dahulu menyelesaikan perijinan kantor ayah dan bunda yang memutuskan tidak masuk kerja pada jumat itu. Menyelesaikan pendaftaran dan mendapatkan pemeriksaan jam 10.30 dengan diaknosa awal harus cek darah di lap lt. 2 gedung perawatan inap rumah sakit dan menggambil hasilnya jam 4 sore membuat kami berdua memutuskan untuk pulang sejenak ke rumah untuk beristirahat di rumah.Sorenya kita kembali ke rumah sakit, dan kebetulan Dokternya sudah pulang tetapi susternya konsul online dengan membacakan hasil lab ayah yang berada 2 tingkat dibawah angka setengah normal. Diagnosanya ayah harus tranfusi darah karena untuk mempercepat kenaikannya dibandingkan dengan terapi obat. Ya Allah, seumur-umur masuk rumah sakit waktu kecil karena ada benjolan di mata, kini setelah sekian lama harus kembali dirawat untuk tranfusi darah. BPJS kesehatan tidak bisa dipakai karena Ayah daftar pakai status umum, sehingga terpaksa dirawatnyapun dengan uang pribadi. Tetapi Ayah yakin bahwasanya Allah punya rencana terbaik. Setiap ada musibah Dia pasti kasih solusinya. Uang perawatan Alhamdullilah tercover penuh lewat jalan yang tidak disangka-sangka. Allah adalah sebaik-baiknya rencana lengkap dengan solusinya.