Senin, 21 Januari 2019

Tes masuk sekolah

Hari itu, rabu 16 Januari 2019 adalah hari yang aku nanti karena karena aku diajak bunda ke sekolahannya untuk mengikuti tes penerimaan murid baru disana. Horeee, senangnya hati ini karena aku bisa ikut bunda kerja. Kata bunda, aku mau disekolahin di sekolah tempat bunda mengajar sehingga aku bisa setiap hari ikut sama bunda. makanya hari rabu itu, aku diminta datang kesekolah buat mengikuti serangkaian tes penerimaan siswa baru. Sejak hari senin aku sudah memberitahukan bu guru bahwa hari rabu nanti aku ijin untuk tidak masuk sekolah karena hal tersebut. 
"Emang kaka sudah kasih tau bu guru ya kalau hari rabu nga masuk sekolah?" tanya bunda kepadaku. "Iya bunda, aku sudah memberitahu bu guru sejak hari senin kalau aku mau diajak bunda ke sekolahan"

Selasa malam aku diminta sama ayah dan bunda untuk tidur cepat agar besok tidak kesiangan kata mereka. walaupun aku masih ingin bermain-main karena belum mengantuk terpaksa aku menuruti permintaan mereka karena aku juga tidak ingin terlambat berangkat ke sekolah bunda. ah, aku sudah tidak sabar, kata bunda nanti disana aku akan dapat hadiah dan mainan. jadi tidak sabar menunggu besok. 

Senin, 24 Desember 2018

Kami antar bunda hari ini

Jakarta, 24 Desember 2015 dalam rangka 50 tahun tempat kerja ayah - Ambadar disyukuri dengan memberangkatkan seluruh karyawannya beribadah umroh ketanah suci. 
Dan dalam rangkaian ibadah tersebut, terbesit keinginan Ayah untuk kembali ketempat ini melakukan ibadah bersama-sama dengan bunda dan ananda Hanin. ternyata Allah berkehendak lain. Hari ini, 24 Desember 2018 persis 3 tahun yang lalu ayah berangkat umroh, kita hanya bisa menghantarkan bunda sampai ke Lounge umrah bandara soekarno hatta  saja dan melepas bunda pergi sendiri kesana. 

Walau cuma sendiri, setidaknya Allah sudah menjawab doa ayah. Pesan ayah buat bunda semalam, tolong jika telah sampai disana, doakan kita bisa kembali kesana bersama-sama dengan embah yang sehat dan ananda Hanin beserta adikmu kelak dengan tangan ini yang menuntun kalian bertawaf dan sai.
Semoga Allah melindungi syafar bunda saat ini dan kembali pulang beserta amalan ibadah yang Allah terima.
Aamiin Yaa Mujibas Saailiin ("Kabulkanlah doa kami, wahai Dzat (Allah SWT) Yang Maha Mengabulkan)

Siang itu selepas ita mengantar bunda, diiringi dengan tangisan ananda kita pun pergi kerumah bude yuni untuk bertemu dengan Enin dan kaka Rani. Insya Allah selama bunda pergi, kita akan menginap disana karena 2 hari sebelum bunda pergi, Allah mentakdirkan embah untuk ikut sama Anti Indri ke rumahya. Setelah pilihan untuk membiarkan Anti Indri tidur dikamar kita dan menyuruh ayah untuk tinggal di depok atau tidur di ruang tamu ayah tolak mentah-mentah. Ya Allah, sebegitu kecilkah nilai ayah dimata mereka. sampai-sampai pilihan itu kembali dilontarkan oleh embah lili sehari sebelum bunda berangkat dengan alasan demi kebaikan bersama. Jika hanya mengurus ananda, ayah rasa ayah masih sanggup bahkan tanpa unti indri sekalipun. jangankan mengurus ananda, mengurus 2 anaknya saja harus dibantu dengan embah. sementara ayah saja nga tega ngeliat embah tidur di ruang tamu sementara anti tidur dikamar embah dengan anaknya. Dan jika anaknya nangis, terpaksalah embah yang repot mengasuh sampai tenang sementara ibunya kembali tidur. Ya Allah, satu hal pesan ayah buat kamu nak, kelak jika INsya Allah engkau telah menjadi seorang ibu, rawatlah anakmu dengan penuh cinta kasih. jangan seperti kami yang menyerahkan sebagaian pengasuhan ananda kepada pengasuh dan embah karena kami berdua memilih bekerja.

Sabtu, 17 November 2018

Enam tahun sudah usiaku

16 nov 2018, dihari yg sama juga 6 tahun yang lalu aku lahir kedunia. Ya, hari jumat selepas orang pada sholat jumat aku lahir. Kata ayahku aku dilahirkan di rumah sakit setelah semalaman bunda menahan mules ingin melahirkan aku. 

Hari ini pengulangannya ke enam dari cerita kelahiranku. dan untuk pertama kalinya tidak ada perayaan sama sekali. Cuma sekedar beli es cream sebagaimana biasanya kita juga beli es cream ketika kepengen. Mudah-mudahan untuk seterusnya akan seperti ini. 
Nyukur itu tidak harus slalu dalam bentuk yang kasat. Kadang dengan berpuasa atau sekedar berdialoq secara pribadi di sepertiga malam dengan sang maha pencipta itu sudah lebih dari cukup.

Rabu, 14 November 2018

Ayah masuk rumah sakit

Ketika kita berencana, Tuhan jualah yang menentukan. Itulah sebuah takdir, mau tidak mau, siap tidak siap kita harus menerima karena kita sesungguhnya hanyalah seorang hamba yang tidak terlepas daripada rencanaNya.
Sabtu, 4 November 2018 kantor ayah berencana mengadakan syukuran berdirinya kantor yang ke 53 tahun yang direncanakan akan diselenggarakan di kebun raya bogor. 3 buah baju sudah ayah terima untuk kita pakai diacara tersebut. Amplop berisi kupon makan, snack, doorprice bahkan tiket masuk dan parkir juga sudah ada ditangan ayah hari kamis tanggal 1 nov 2018. Tapi sekali lagi rencana tinggal rencana. Hari Jumatnya, ketika ayah dan bunda ingin berangkat kerja, ayah memutuskan untuk mampir sejenak ke RS Hermina untuk mengecek kondisi kesehatan ayah yang akhir-akhir ini kurang fit. Sepertinya gejala anemia ayah kambuh lagi sehingga ayah memutuskan untuk memeriksa kesehatan ayah disana. Secara kebetulan juga, Anti Indri sekeluarga tengah berkunjung ke rumah sehingga ananda Hanin ada Aska sebagai teman bermain pikir ayah sama bunda waktu itu jikalau saja kami tengah disibukkan dengan urusan kesehatan ayah. 
Jam 7 kami berangkat ke rumah sakit, tentu saja setelah terlebih dahulu menyelesaikan perijinan kantor ayah dan bunda yang memutuskan tidak masuk kerja pada jumat itu. Menyelesaikan pendaftaran dan mendapatkan pemeriksaan jam 10.30 dengan diaknosa awal harus cek darah di lap lt. 2 gedung perawatan inap rumah sakit dan menggambil hasilnya jam 4 sore membuat kami berdua memutuskan untuk pulang sejenak ke rumah untuk beristirahat di rumah.Sorenya kita kembali ke rumah sakit, dan kebetulan Dokternya sudah pulang tetapi susternya konsul online dengan membacakan hasil lab ayah yang berada 2 tingkat dibawah angka setengah normal. Diagnosanya ayah harus tranfusi darah karena untuk mempercepat kenaikannya dibandingkan dengan terapi obat. Ya Allah, seumur-umur masuk rumah sakit waktu kecil karena ada benjolan di mata, kini setelah sekian lama harus kembali dirawat untuk tranfusi darah. BPJS kesehatan tidak bisa dipakai karena Ayah daftar pakai status umum, sehingga terpaksa dirawatnyapun dengan uang pribadi. Tetapi Ayah yakin bahwasanya Allah punya rencana terbaik. Setiap ada musibah Dia pasti kasih solusinya. Uang perawatan Alhamdullilah tercover penuh lewat jalan yang tidak disangka-sangka. Allah adalah sebaik-baiknya rencana lengkap dengan solusinya.

Kamis, 23 Agustus 2018

Agustusan kali ini

Ayah masih ingat banget saat pertama kali ananda Hanin ikut perlombaan 17 agustusan di pengajiannya bu guru Dede sekitar 2 tahun yang lalu dan ananda tidak memenangkan satupun perlombaan yang diikuti karena saat itu kondisinya ananda Hanin merupakan peserta yang paling kecil diantara peserta lainnya. Tetapi yang ayah salut, itu semua tidak menyurutkan niatan ananda Hanin untuk memeriahkan perlombaan yang diadakan oleh bu guru Dede.

Ayah langsung protes kepada bunda saat tau pembagian kategori perlombaan yang diadakan dimana penggolongan peserta hanya dilihat dari postur tubuh dan fisiknya saja yang jika dilihat sepintas ananda mendapatkan rekan sebaya yang sepantar walaupun ternyata mereka jauh diatas ananda baik dilihat dari segi usia dan fisiknya.  

Tapi sekali lagi, the show mush be go on....
pertandingan selesai dan hasilnya adalah; ananda nangis karena perlombaan memindahkan ikan yang ananda ikuti masih tersisa beberapa sedangkan peserta lain telah menyelesaikan pertandingan. 
Tak apa, dibalik kekalahan ini ada sebuah pelajaran yang bisa dipetik. Tangis ananda kali ini Insya Allah tidak membuat ananda menjadi patah semangat tetapi justru menjadikan ini sebuah perjuangan hidup kelak jikalau engkau dewasa. Banyak halangan dan rintangan dalam setiap kehidupan yang kelak akan kau temui, dan disaat itu mungkin ayah dan bunda tidak bisa hadir untuk membantu sehingga ananda harus menghadapinya seorang diri. Satu pesan penting dari ayah, "seberat apapun cobaan dan ujian yang dihadapi, libatkanlah Allah. karena sesungguhnya kita adalah mahluk yang lemah dan Allah adalah sebaik-baiknya penolong. Pintalah dalam sujudmu nak. Insya Allah ayah dan bunda akan ikut tersenyum ketika ananda berhasil melewatinya". Doa kami yang terbaik buat ananda.

Agustusan 2018
Kini ananda sudah sekolah di raudhatul atfal miftahul huda. dan kali ini perayaan kemerdekaannya di sekolah dengan 2 perlombaan yang hanya boleh diikuti salah satunya saja. Dan dengan mantab ananda hanin memilih untuk mengikuti lomba mewarnai. Malamnya bunda memberikan sedikit wejangan yang sedikit membesarkan ananda bahwa kemenangan itu tidaklah selalu penting, karena sesungguhnya proses meraih sebuah kemenangan jauh lebih penting. Sebenarnya kalau boleh ayah dan bunda jujur, ini juga sebagai antisipasi menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi seandainya kemenangan kali ini juga belum memihak kepada kita. Sebuah pesan yang diharapkan  bisa menguatkan mental dan semangat ananda dalam bertanding keesokan harinya.

Ketika bunda pulang kerja, dengan bangganya ananda menyambut bunda sambil membawa piala kemenangan ditangan untuk menunjukkan kepada bundanya bahwa ananda berhasil mendapatkan juara pertama, iya juara satu pertama dalam hidupnya. bukan maen senangnya kalian berdua. Penantian setahun kemaren terbayar sudah. Alhamdullilah, ternyata kami berdua tidak menyangka sama sekali, ternyata ananda hanin bisa menang. bukan masalah hadiannya, tetapi sekali lagi ini adalah sebuah proses perjuangan dan latihan yang ananda Hanin alami. 
Selama ini ayah dan bunda berbagi peran mulai dari menyiapkan gambar disela-sela waktu lenggang ayah dikantor dan bimbingan bunda dalam setiap ananda mewarnai gambar yang ayah bawa pulang dari kantor. Lelah bunda sepulang mengajar yang juga harus membimbing ananda belajar yang kadangkala disambi mengerjakan pekerjaan rumah yang lainnya terbayar sudah. Sehingga kemenangan ini adalah kemenangan kita bertiga. kemenangan yang lebih mengutamakan sebuah proses ketimbang hasil, tutur ayah selepas video call yang kalian berdua lakukan karena tidak sabar untuk memberitahukan berita gembira ini kepada ayah yang masih di kantor. maafkan ayah ya nak, banyak peristiwa penting yang terlewatkan oleh ayah karena ayah harus mencari nafkah buat kalian berdua wanita yang sangat ayah sayangi.

Selasa, 17 Juli 2018

7 Tahun

Sejak tahu bahwa acara perayaan ulang tahun adalah sebuah acara kau nasrani, sedikit banyak ayah mulai menghilangkan tradisi tersebut walaupun kelihatannya sepertinya bunda sangat berat untuk menghilangkan tradisi ini sebagaimana beratnya bunda menghilangkan kebiasaan untuk bernyanyi atau mendengarkan musik ketika sedang bekerja dengan laptopnya. 
Memang sih kata ustdad ayah kalau boleh meminjam kalimatnya ananda hanindiva untuk menyebut ust. Subhan bawazier "takwa itu adalah buah yang dipetik" sedikit banyak ayah mulai mengurangi musik dalam kehidupan ayah. Belajar mulai menghapus koleksi musik di komputer dan menggantinya dengan ceramah dari para guru agama yang ayah koleksi dari saluran youtube dan mengganti musik dengan tausiah dari para ustad kadang kala adalah sebuah hiburan tersendiri bagi ayah guna mengisi kebosenan dikala bekerja.

Semua ada prosesnya, adalah sebuah kalimat bijak yang selalu ayah tanamkan kepada diri ayah ketika mendapati bunda dan ananda Hanin asik mendengarkan musik dari laptop atau televisi. Mungkin suatu saat nanti ketika buah dari ketakwaan itu siap untuk dipetik, niscaya kebiasaan itu akan hilang dengan sendirinya. 

Tradisi perayaan pernikahan sebenarnya adalah sebuah acara yang mirip dengan perayaan ulangtahun. Sebuah penanda pengulangan tahun ketika sebuah peristiwa kelahiran atau pernikahan terlewati setahun penuh. 11 Juni 2011 adalah pengulangan 7 tahunan dari pernikahan ayah dan bunda. Alhamdullilah kali ini ayah dan bunda melewatinya tidak dengan membeli kue atau sejenisnya. Cukup dengan mengucapkan syukur kepada Allah atas segala anugrah-Nya semoga pernikaha kami menjadi pernikahan yang Sakinah, mawaddah, wa rahmah atau diartikan secara bebas sebagai ketentraman penuh cinta dan kasih sayang (30.21)


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas: Ulang tahun sering dirayakan dengan suatu pesta.
Ulang tahun adalah hari kelahiran seseorang, menandai hari dimulainya kehidupan di luar rahim. Dalam beberapa kebudayaan, memperingati ulang tahun seseorang biasanya dirayakan dengan mengadakan pesta ulang tahun dengan keluarga dan/atau teman. Hadiah sering diberikan pada orang yang merayakan ulang tahun. Pada saat seseorang ulang tahun, sudah menjadi kebiasaan untuk memperlakukan seseorang secara istimewa pada hari ulangtahunnya.
Bulan ini adalah bulan dimana ayah mempersunting bunda menjadi ibunda kamu. Semoga kelak ketika Hanindiva berada didalam waktu dimana jodoh sudah menanti, ingatlah 1 hal pesan ayah. Menikahlah karena Allah, biar selebihnya Allah yang akan mengaturnya buat ananda. Memilih Jodoh terbaik dalam hal pengetahuan agama adalah yang utama karena lelaki adalah seorang pemimpin yang akan membawa rumah tangga kalian kelak ke surganya Allah. bagaimana bisa sampai kesana kalau pemimpinnya tidak kenal Allah adalah ucapan ust ayah yang sampai saat ini masih terngiang di telinga ayah. 

1 tahun, 
2 tahun 
3 tahun, 
4 tahun, 
5 tahun, 
6 tahun 7 tahun..... 

dan terus menghitung hingga akhir hayat kami. Menua bersama adalah harapan semua pasangan yang menikah. Semoga kami bisa saling menyempurnakan kekurangan pasangan masing" dan senikmati setiap detiknya dengan penuh kebahagiaan.... 
amien

Jakarta, 17 Juli 2018

Kamis, 19 April 2018

Ketika Tuhan Menciptakan Wanita

Anakku tercinta, ayah baru saja membaca sebuah tulisan yang sarat dengan makna indah. semoga kelak ketika engkau membacanya. kami orangtuamu sudah berhasil mendidikmu dengan sebaik mungkin menjadi seseorang yang sangat berharga ......


Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?”
Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita? Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dan takjub, “Hanya dengan dua tangan? apakah mungkin!"
Tuhan menjawab, “Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya;
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab, “Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.”
“Untuk apa?“, tanya malaikat.

Tuhan melanjutkan, “Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih hebat dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita, Dia sering lupa betapa berharganya dia.....”